Minggu, 09 Oktober 2011

Mengapa Bulan Mengikuti Kita?

Kenapa Bulan Mengikuti Kita? Ketika kita berjalan di malam hari, bulan seperti sedang mengikuti kita. Kenapa itu terjadi? Begini ceritanya... Bulan adalah benda langit yang paling dekat dengan bumi. Jarak bumi ke bulan mencapai 384.633 km. Sedangkan, diameter bulan adalah 3.476 km. Diameter itu sama dengan jarak antara pulau sumatera sampai sulawesi. Wah...jarak bulan memang sangat jauh...Namun, karena ukuran bulan sangat besar, maka bulan mirip lampu super besar di malam hari.
Saat manusia berjalan atau naik mobil, manusia bergerak meninggalkan benda-benda sekitarnya. Rumah, pohon, lampu jalan tampak bergerak meninggalkan kita. Semakin cepat mobil bergerak, maka rumah dan pohon tampak berkelebatan, hilang dari pandangan mata. Nah, saat manusia berjalan di malam hari, manusia sebetulnya juga meninggalkan bulan. Sama seperti manusia meninggalkan rumah, pohon, dan lampu jalan. Bedanya, kamu meninggalkan bulan yang besarnya sejuta kali besarnya pohon. Bayangkan, kamu sama saja berjalan melewati sejuta pohon yang berjajar rapat di pinggir jalan. Ketika kamu berjalan 100 meter atau 100 pohon, kamu tetap saja bertemu pohon itu. Seperti itulah yang terjadi. Hanya saja, sejuta pohon itu ada di langit, berwujud bulan. Akibatnya, ketika kamu menoleh ke langit malam, bulan tidak hilang dari pandangan manusia. Bulan terasa tidak pergi-pergi meskipun kamu sudah berjalan kaki. Kamu pun merasa seperti dikuntit dengan bulan saat berjalan. 
Sumber: Bobo

Sabtu, 08 Oktober 2011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


                                    Nama Sekolah         : SMA Negeri 1 Pejagoan
                                    Mata Pelajaran        : Fisika
                                    Pokok Bahasan        :  Fluida Statik
                                    Kelas / Semester     : XI.IA / 2
                                    Alokasi Waktu        : 12 jam pelajaran


Standar Kompetensi
2.      Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik system kontinu dalam menyelesaikan masalah

Kompetensi Dasar
2.2  Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statik dan dinamik serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Indikator
·         Memformulasikan konsep tekanan hidrostatika
·         Memformulasikan hukum Pascal
·         Memformulasikan hukum Archimedes
·         Mendeskripsikan konsep terapung, melayang, dan tenggelam
·         Menerapkan hukum Archimedes dalam masalah fisika sehari-hari
·         Mendeskripsikan konsep tegangan permukaan
·         Memformulasikan gejala kapilaritas
·         Mendeskripsikan konsep viskositas

Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan dapat :
1.      Memformulasikan konsep tekanan hidrostatika
2.      Memformulasikan hukum Pascal
3.      Memformulasikan hukum Archimedes
4.      Mendeskripsikan konsep terapung, melayang, dan tenggelam
5.      Menerapkan hukum Archimedes dalam masalah fisika sehari-hari
6.      Mendeskripsikan konsep tegangan permukaan
7.      Memformulasikan gejala kapilaritas
8.      Mendeskripsikan konsep viskositas

Materi Pembelajaran
Tekanan Hidrostatika (Hlm. 174)
Hukum Pascal (Hlm. 178)
Hukum Archimedes (Hlm. 181)
Tegangan Permukaan (Hlm. 186)
Gejala Meniskus (Hlm. 188)
Gejala Kapilaritas (Hlm. 190)
Viskositas (Hlm. 191)
Evaluasi bab 8

Metode Pembelajaran
Demonstrasi, Diskusi, Penugasan dan Kompetensi Group

Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan I dan II

1.      Pendahuluan
o   Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan


(10 menit)

2.      Kegiatan Inti
o   Memahami peta konsep tentang Fluida Statis
o   Memformulasikan rumus tekanan
o   Menyebutkan aplikasi tekanan dalam kehidupan keseharian
o   Memformulasikan tekanan hidrostatis   
o   Memformulasikan tekanan mutlak pada suatu kedalaman zat cair
o   Mempelajari contoh soal 8.1 s.d 8.3
o   Memahami cara kerja pengukur tekanan darah
o   Memahami Konsep dasar hukum Pascal
o   Memformulasikan hukum Pascal hukum 
o   Mengerjakan soal latihan 8A. Hlm. 180


(160 menit)

3.      Penutup
o   Memberikan kesimpulan bahwa tekanan zat cair yang hanya disebabkan oleh beratnya sendiri disebut tekanan hidrostatis


(10 menit)

4.      Pekerjaan Rumah
o   Memberikan tugas pekerjaan rumah



Pertemuan III dan IV

  1. Pendahuluan
o   Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
o   Mengulang materi sebelumnya


(10 menit)

  1. Kegiatan Inti
o   Memahami konsep hukum Archimedes
Gaya apung = berat benda di udara – berat benda di dalam air
o   Memformulasikan hukum Archimedes
o   Menyebutkan aplikasi hukum archimedes
o   Memahami perbedaan mengapung, tenggelam dan melayang
o   Mempelajari contoh soal 8.6 s.d 8.8
o   Memformulasikan tegangan permukaan
o   Memformulasikan koefisien viskositas


(160 menit)

  1. Penutup
o   Memberikan kesimpulan bahwa suatu benda yang dicelupkan seluruhnya dalam zat cair selalu menggantikan volum zat cair yang sama dengan volum benda itu sendiri


(10 menit)

  1. Pekerjaan Rumah
o   Memberikan tugas pekerjaan rumah



Pertemuan V

  1. Pendahuluan
o   Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
o   Mengulang materi sebelumnya


(5 menit)

  1. Kegiatan Inti
o   Memahami gejala meniskus yaitu kelengkungan permukaan zat cair di dalam tabung
o   Mengenal gaya adhesi dan kohesi
o   Memformulasikan gejala kapilaritas
o   Mempelajari contoh soal 8.9. Hlm. 191
o   Memformulasikan kecepatan terminal pada kekentalan zat fluida
o   Mempelajari contoh soal 8.10. Hlm. 193


(80 menit)

  1. Penutup
o   Memberikan kesimpulan bahwa ukuran kekentalan fluida yang menyetakan besar kecilnya gesekan didalam fluida dinyatakan dengan viskositas


(5 menit)

  1. Pekerjaan Rumah
o   Soal latihan 8B. Hlm. 193



Pertemuan VI

  1. Pendahuluan
o   Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
o   Mengulang materi sebelumnya


(5 menit)

  1. Kegiatan Inti
o   Mengerjakan evaluasi bab 8. Hlm. 195


(80 menit)

  1. Penutup
o   Memberikan motivasi agar rajin menjawab soal


(5 menit)

  1. Pekerjaan Rumah
o  



Media Pembelajaran
·         Lembar Kerja Siswa

Penilaian
·         Jenis Tagihan     :  Ulangan Harian, Pekerjaan Rumah, Test
·         Tindak Lanjut   : Siswa dinyataka berhasil jika tingkat pencapaiannya 65 atau lebih
Memberi program remedial untuk siswa yang pencapaiannya kurang dari 65
                                    Memberi program Pengayaan  untuk siswa yang tingkat pencapaiannya di atas 65

Sumber Bacaan
·         Marthen Kanginan. 2008. Seribu Pena FISIKA untuk SMA/MA Kelas XI, Jakarta : Penerbit Erlangga
·         Supiyanto. 2007. FISIKA untuk SMA KELAS XI, Jakarta : Penerbit PHIBETA
·         Bob Foster. 2005. TERPADU FISIKA SMA untuk KELAS XI, Jakarta : Penerbit Erlangga
·         Supriyadi. 2007. KURIKULUM SAINS DALAM PROSES PEMBELAJARAN SAINS, Yogyakarta : Penerbit Putaka Tempelsari


Mengetahui                                                                                        Pejagoan, ……. Juli 2009
Kepala SMA Negeri 1 Pejagoan                                                       Guru Fisika XI



Drs. Sugito                                                                                          M. Bisri Arifin, S.Pd
NIP. 19610608 198803 1 010                                                            NIP. 19741023 200604 1 006









Devi Be'o: Tekanan Hidrostatis

Devi Be'o: Tekanan Hidrostatis

Tekanan Hidrostatis

Tekanan Hidrostatis


Tekanan pada zat cair (fluida) secara umum dibedakan menjadi dua jenis tekanan, yakni tekanan pada zat cair yang tidak bergerak (mengalir) serta tekanan yang zat cair yang bergerak (mengalir).
Pada pembahasan kali ini kita akan lebih memfokuskan tekanan pada zat cair yang tidak bergerak atau yang lebih dikenal dengan Tekanan Hidrostatis. Secara konseptual tekanan hidrostatis adalah tekanan yang  berlaku pada fluida atas dasar Hukum Pascal.
Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang diberikan oleh gaya berat zat cair itu sendiri pada suatu luas bidang tekan. Dengan asumsi bahwa zat cair dalam bentuk lapisan-lapisan sesuai dengan tingkat kedalaman yang terukur dari permukaan zat cair. Maka tekanan hidrostatis  zat cair adalah sama besar untuk setiap bagian zat cair yang memiliki kedalaman yang sama.
Perhatikan gambar !

Besarnya tekanan hidrostatis :
p = F / A  ….. (1)
karena gaya (F) yang bekerja adalah merupakan gaya berat zat cair (w) yang berada di atasnya, sedangkan w = m.g ,maka persamaan (1) menjadi ..
p = w / A
p = m.g / A   …. (2)
massa ( m ) zat cair,apabila dihubungkan dengan massa jenis ( ρ ) dan volume ( V ) menjadi : m = ρ . V maka,
p =  ρ . g . V / A  …. (3)
karena V / A merupakan pembagian antara volume dengan luas bidang yang akan menghasilkan komponen tinggi (kedalaman) sehingga ,Tekanan hidrostatis dirumuskan sebagai,
p = ρ . g . d  …. (4)
dimana :
p = tekanan hidrostatis  (N/m2)
g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)
ρ = massa jenis zat cair (kg/m3)
d = kedalaman zat cair (m)